Rabu, 03 April 2019

JURNAL KOMAS


PENGARUH MEDIA SOSIAL


ABSTRAK

Perkembangan teknologi informasi membawa sebuah perubahan dalam masyarakat. Lahirnya media sosial menjadikan pola perilaku masyarakat mengalami pergeseran baik budaya, etikan dan norma yang ada. Indonesia dengan jumlah penduduk yang besar dengan berbagai kultur suku, ras dan agama yang beraneka ragam memiliki banyak sekali potensi perubahan sosial. Dari berbagai kalangan dan usia hampir semua masyarakat Indonesia memiliki dan menggunakan media sosial sebagai salah satu sarana guna memperoleh dan menyampaikan informasi ke publik. Oleh sebab itu penelitian ini memiliki rumusan masalah sebagai berikut: apa pengertian media sosial, apa dampak media sosial terhadap masyarakat di Indonesia dan apa pengaruh media sosial terhadap perubahan sosial masyarakat di Indonesia.  Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Penelitian deskriptif adalah salah satu jenis penelitian yang tujuannya untuk menyajikan gambaran lengkap / eksplorasi dan klarifikasi mengenai suatu fenomena atau kenyataan sosial.
Media sosial adalah sebuah media online, dengan para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi meliputi blog, jejaring sosial, wiki, forum dan dunia virtual. Blog, jejaring sosial dan wiki merupakan bentuk media sosial yang paling umum digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia. Dampak positif dari media sosial adalah memudahkan kita untuk berinteraksi dengan banyak orang, memperluas pergaulan, jarak dan waktu bukan lagi masalah, lebih mudah dalam mengekspresikan diri, penyebaran informasi dapat berlangsung secara cepat, biaya lebih murah. Sedangkan dampak negatif dari media sosial adalah menjauhkan orang-orang yang sudah dekat dan sebaliknya, interaksi secara tatap muka cenderung menurun, membuat orang-orang menjadi kecanduan terhadap internet, menimbulkan konflik, masalah privasi, rentan terhadap pengaruh buruk orang lain. Adanya media sosial  telah mempengaruhi kehidupan sosial dalam masyarakat. Perubahan-perubahan dalam hubungan sosial (social relationships) atau sebagai perubahan terhadap keseimbangan (equilibrium) hubungan sosial dan segala   bentuk perubahan-perubahan   pada lembaga-lembaga kemasyarakatan didalam suatu masyarakat, yang mempengaruhi sistem  sosialnya, termasuk  didalamnya nilai-nilai,  sikap dan  pola perilaku diantara kelompokkelompok dalam masyarakat. Perubahan sosial positif seperti kemudahan memperoleh dan menyampaikan informasi, memperoleh keuntungan secara sosial dan ekonomi. Sedangkan perubahan sosial yang cenderung negatif seperti munculnya kelompok – kelompok sosial yang mengatasnamakan agama, suku dan pola perilaku tertentu yang terkadang menyimpang dari norma – norma yang ada.
Kata kunci : Media Sosial, Perubahan Sosial
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Dinamika kehidupan masyarakat mengalami perkembangan yang sangat pesat.     Akulturasi budaya            dengan sentuhan teknologi informasi merupakan fenomena pendorong perubahan tersebut. Kebeasan personal dalam menyampaikan ide, kritik, saran dan bahkan “hujatan” sering dijumpai setiap jam dan hari melalui berbagai varian media yang digunakan.
Tidak sedikit diskresi lahir dari beberapa kelompok masyarakat dengan opini dan argumen yang diyakini. Bagaimana bisa kita menyaksikan gerakan demonstrasi besar bertajuk aksi bela Islam “411” dan “212” di penghujung tahun 2016, yang menuntut penguasa untuk turun tangan langsung melerai dua kubu yang bersilang pendapat. Bagaimana bisa kita memahami istilah “Viral” dalam media sosial sampai adanya fenomena “Om Tolelot Om”  hampir di setiap daerah di Indonesia. Banyak anak kecil hingga dewasa yang rela berpanas – panasan dan berhujan – hujanan menunggu truk / bus yang melintas berharap kendaraan tersebut membunyikan klakson variasi dengan membawa kertas bertuliskan  “om tolelot om”. Berbicara tentang fenomena “viral” semuanya tidak lepas dari peran dan pengaruh media sosial terhadap kehidupan di masyaraklat kita.
Kondisi yang dialami masyarakat Indonesia saat ini menuntut sikap adaptif dan      responsibilas Pemerintahan. Secara nyata media sosial telah merubah kehidupan sosial masyarakat hampir disemua jenjang dan strata sosial. Perubahan dan perkembangan masyarakat sejatinya dibutuhkan guna mengalirkan sikulus bermasyarakat. Oleh sebab itu pemerintah perlu mengatur kebebasan dalam penggunaan media sosial  di Indonesia, maka penulis tertarik melaukan penelitian dengan judul “ Pengaruh Media Sosial Terhadap Perubahan Sosial Masyarakat di Indonesia”.
B. Rumusan Masalah 1. Apa pengertian media sosial? 2. Apa dampak media sosial terhadap masyarakat di
Indonesia?
3. Apa pengaruh media sosial terhadap perubahan sosial masyarakat di Indonesia ?

C. Tujuan Penelitian

1.   Mengetahui dan memahami pengertian media sosial.
2.   Mengetahui dampak positif dan negatif dari media sosial terhadap masyarakat di Indonesia.
3.   Mengidentifikasi dan memahami pengaruh media sosial terhadap perubahan sosial masyarakat di
Indonesia
4.   Mengetahui dampak negatif dari media sosial.
BAB II LANDASAN TEORI

A. Pengertian Pengaruh

Pengaruh menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah daya yang ada dan timbul dari sesuatu (orang, benda) yang ikut membentuk watak, kepercayaan atau perbuataan seseorang. Dari pengertian di atas telah dikemukakan sebelumnya bahwa pengaruh adalah merupakan sesuatu daya yang dapat membentuk atau mengubah sesuatu yang lain.
Pengaruh adalah suatu keadaan ada hubungan timbal balik, atau hubungan sebab akibat antara apa yang mempengaruhi dengan apa yang di pengaruhi. Dua hal ini adalah yang akan dihubungkan dan dicari apa ada hal yang menghubungkannya. Di sisi lain pengaruh adalah berupa daya yang bisa memicu sesuatu, menjadikan sesuatu berubah. Maka jika salah satu yang disebut pengaruh tersebut berubah, maka akan ada akibat yang ditimbulkannya. (http://repository.usu.ac.id/bitstream/12
3456789/28068/3/Chapter%20II.pdf)

B. Media Sosial 1. Pengertian media sosial

Media sosial adalah sebuah media online, dengan para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi meliputi blog, jejaring sosial, wiki, forum dan dunia virtual. Blog, jejaring sosial dan wiki merupakan bentuk media sosial yang paling umum digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia. Pendapat lain mengatakan bahwa media sosial adalah media online yang mendukung interaksi sosial dan media sosial menggunakan teknologi berbasis web yang mengubah komunikasi menjadi dialog interaktif.
Andreas Kaplan dan Michael Haenlein mendefinisikan media sosial sebagai “sebuah kelompok aplikasi berbasis internet yang membangun di atas dasar ideologi dan teknologi Web 2.0 , dan yang memungkinkan penciptaan dan pertukaran user-generated content”.
Jejaring sosial merupakan situs dimana setiap orang bisa membuat web page pribadi, kemudian terhubung dengan temanteman untuk berbagi informasi dan berkomunikasi. Jejaring sosial terbesar antara lain Facebook, Myspace, dan Twitter. Jika media tradisional menggunakan media cetak dan media broadcast, maka media sosial menggunakan internet. Media sosial mengajak siapa saja yang tertarik untuk berpertisipasi dengan memberi kontribusi dan feedback secara terbuka, memberi komentar, serta membagi informasi dalam waktu yang cepat dan tak terbatas.

2. Sejarah Media Sosial

Sosial media mengalami perkembangan yang sangat signifikan dari tahun ke tahun, Jika pada tahun 2002 Friendster merajai sosial media karena hanya Friendster yang mendominasi sosial media di era tersebut, kini telah banyak bermunculan sosial media dengan keunikan dan karakteristik masing-masing.
Sejarah sosial media diawali pada era 70-an, yaitu ditemukannya sistem papan buletin yang memungkinkan untuk dapat berhubungan dengan orang lain menggunakan surat elektronik ataupun mengunggah dan mengunduh perangkat lunak, semua ini dilakukan masih dengan menggunakan saluran telepon yang terhubung dengaan modem.
Pada tahun 1995 lahirlah situs GeoCities, GeoCities melayani web hosting (layanan penyewaan penyimpanan data-data website agar website dapat diakses dari manapun). GeoCities merupakan tonggak awal berdirnya websitewebsite.
Pada tahun 1997 sampai tahun 1999 munculah sosial media pertama yaitu Sixdegree.com dan Classmates.com. Tak hanya itu, di tahun tersebut muncul juga situs untuk membuat blog pribadi, yaitu Blogger. situs ini menawarkan penggunanya untuk bisa membuat halaman situsnya sendiri. sehingga pengguna dari Blogger ini bisa memuat hal tentang apapun.
Pada tahun 2002 Friendster menjadi sosial media yang sangat booming dan kehadirannya sempat menjadi fenomenal. Setelah itu pada tahun 2003 sampai saat ini bermunculan berbagai sosial media dengan berbagai karakter dan kelebihan masing-masing, seperti LinkedIn, MySpace, Facebook, Twitter, Wiser, Google+ dan lain sebagainya.
Sosial Media juga kini menjadi sarana atau aktivitas digital marketing, seperti Social Media Maintenance, Social Media Endorsement dan Social Media
Activation. Oleh karena itu, Sosial Media kini menjadi salah satu servis yang ditawarkan oleh Digital Agency.

3. Klasifikasi Media Sosial

Media sosial teknologi mengambil berbagai bentuk termasuk majalah, forum internet, weblog, blog sosial, microblogging, wiki, podcast, foto atau gambar, video, peringkat dan bookmark sosial. Dengan menerapkan satu set teori-teori dalam bidang media penelitian (kehadiran sosial, media kekayaan) dan proses sosial (selfpresentasi, self-disclosure) Kaplan dan Haenlein menciptakan skema klasifikasi untuk berbagai jenis media sosial dalam artikel Horizons Bisnis mereka diterbitkan dalam 2010. Menurut Kaplan dan Haenlein ada enam jenis media sosial: a. Proyek Kolaborasi Website mengijinkan usernya untuk dapat mengubah, menambah, ataupun me-remove konten – konten yang ada di website ini. contohnya wikipedia

b. Blog dan microblog

User lebih bebas dalam mengekspresikan sesuatu di blog ini seperti curhat ataupun mengkritik kebijakan pemerintah.
contohnya twitter

c. Konten

Para user dari pengguna website ini saling meng-share konten – konten media, baik seperti video, ebook, gambar, dan lain – lain. contohnya youtube
d. Situs jejaring sosial Aplikasi yang mengizinkan user untuk dapat terhubung dengan cara membuat informasi pribadi sehingga dapat terhubung dengan orang lain. Informasi pribadi itu bisa seperti foto – foto. contoh facebook

e. Virtual game world

Dunia virtual, dimana mengreplikasikan lingkungan 3D, dimana user bisa muncul dalam bentuk avatar – avatar yang diinginkan serta berinteraksi dengan orang lain selayaknya di dunia nyata. contohnya game online.

f. Virtual social world

Dunia virtual yang dimana penggunanya merasa hidup di dunia virtual, sama seperti virtual game world, berinteraksi dengan yang lain. Namun, Virtual Social World lebih bebas, dan lebih ke arah kehidupan, contohnya second life.

C. Perubahan Sosial 1. Konsep Perubahan Sosial

Setiap manusia selama hidup pasti mengalami perubahanperubahan. Perubahan dapat berupa pengaruhnya terbatas maupun luas, perubahan yang lambat dan ada perubahan yang berjalan dengan cepat. Perubahan dapat mengenai nilai dan  norma sosial, pola-pola perilaku organisasi, susunan lembaga kemasyarakatan, lapisan-lapisan dalam masyarakat, kekuasaan dan wewenang, interaksi sosial dan sebagainya. Perubahanperubahan yang terjadi pada masyarakat merupakan gejala yang normal. Pengaruhnya bisa menjalar dengan   cepat   ke   bagian-bagian dunia   lain   berkat   adanya komunikasi modern (Soerjono
Soekanto, 2009:259).
Definisi  perubahan  sosial menurut  beberapa  ahli  sosiologi:
Soerjono Soekanto (2009:262-263). a. Kingsley Davis
mengartikan “perubahan sosial sebagai perubahan-perubahan yang terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakat”
b.   MacIver
mengatakan “perubahanperubahan sosial merupakan sebagai perubahan-perubahan dalam hubungan sosial (social relationships) atau sebagai perubahan terhadap keseimbangan (equilibrium) hubungan sosial”
c.   JL.Gillin dan JP.Gillin
mengatakan “perubahanperubahan sosial sebagai suatu variasi dari cara-cara hidup yang telah diterima, baik karena perubahan- perubahan kondisi geografis, kebudayaan material, komposisi penduduk, idiologi maupun karena adanya difusi ataupun penemuan- penemuan baru dalam masyarakat”
d.   Selo Soemardjan.
Rumusannya adalah “segala perubahan- perubahan pada lembaga- lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat, yang mempengaruhi sistem sosialnya, termasuk di dalamnya nilai-nilai, sikap dan pola perilaku di antara kelompokkelompok dalam masyarakat”
Dari definisi di atas dapat disimpulkan perubahan sosial adalah perubahan yang terjadi dalam struktur masyarakat yang dapat mempengaruhi pola interaksi sosial di dalam suatu yang dapat bersifat membangun karakter manusia menuju proses yang lebih baik atau malah sebaliknya.

2. Karakteristik Perubahan Sosial

Perubahan    Sosial memiliki beberapa karakteristik yaitu:
a.   Pengaruh  besar  unsur-unsur kebudayaan  material  terhadap unsur- unsur immaterial.
b.   Perubahan-perubahan   yang terjadi   dalam   struktur   dan fungsi masyarakat.
c.   Perubahan-perubahan dalam hubungan sosial (social relationships) atau sebagai perubahan terhadap keseimbangan (equilibrium) hubungan sosial.
d.   Suatu variasi dari cara-cara hidup yang telah diterima, baik karena perubahan- perubahan kondisi geografis, kebudayaan material, komposisi penduduk, idiologi maupun karena adanya difusi ataupun penemuan-penemuan baru dalam masyarakat.
e.   Modifikasi-modifikasi   yang terjadi   dalam   pola-pola kehidupan manusia.
f.    Segala   bentuk   perubahanperubahan   pada   lembagalembaga kemasyarakatan didalam suatu masyarakat, yang mempengaruhi sistem  sosialnya, termasuk  didalamnya nilai-nilai, sikap  dan  pola perilaku diantara kelompok-kelompok dalam masyarakat.

3. Bentuk-bentuk Perubahan

a. Perubahan lambat dan perubahan
cepat
Perubahan-perubahan yang   memerlukan   waktu   yang lama,   rentetan rentetan perubahan kecil yang saling mengikuti dengan lambat, dinamakan evolusi. Pada evolusi perubahan terjadi dengan sendirinya tanpa rencana atau kehendak tertentu. Perubahan tersebut terjadi karena usahausaha masyarakat untuk menyesuaikan   diri   dengan keperluan-keperluan, keadaankeadaan, dan kondisi-kondisi baru yang timbul sejalan pertumbuhan masyarakat (Soerjono Soekanto, 2009:269). Soerjono Soekanto (2009:271) Sementara itu perubahan-perubahan sosial yang berlangsung dengan cepat dan menyangkut dasar-dasar atau sendi- sendi pokok kehidupan masyarakat. Secara Sosiologis agar suatu revolusi dapat terjadi, maka harus dipenuhi syarat-syarat tertentu antara lain:
1)  Harus ada keinginan umum untuk mengadakan suatu perubahan.
2)  Adanya seorang pemimpin atau sekelompok orang   yang dianggap mampu memimpin masyarakat tersebut. 3) Pemimpin    diharapkan dapat    menampung keiginan-keinginan masyarakat untuk  kemudian  merumuskan serta  menegaskan  rasa tidak puas tadi menjadi program dan arah gerakan.
4)  Pemimpin  tersebut  harus dapat  menunjukkan  suatu tujuan  pada masyarakat.
5)  Harus ada momentum yaitu saat dimana segala keadaan dan faktor sudah tepat dan baik untuk memulai suatu gerakan.
b.Perubahan Kecil dan Perubahan Besar
Perubahan  kecil  adalah perubahan-perubahan  yang terjadi  pada  unsur unsur struktur sosial yang tidak membawa pengaruh langsung atau yang berarti   bagi masyarakat.Perubahan mode pakaian, misalnya, tidak  akan membawa pengaruh apa- apa bagi masyarakat dalam keseluruhannya, karena tidak mengakibatkan perubahanperubahan pada lembagalembaga kemasyarakatan.
Sedangkan perubahan besar adalah perubahan-perubahan yang terjadi pada unsur-unsur struktur sosial yaitu membawa pengaruh besar pada masyarakat(Soerjono Soekanto, 2009:272).
c. Perubahan yang dikehendaki (intended-change) atau perubahan yang direncanakan (planned-chage) dan perubahan yang tidak dikehendaki (unitended-change) atau perubahan yang tidak direncanakan (unplannedchange). Perubahan  yang dikehendaki  atau  direncanakan merupakan  perubahan yang diperkirakan  atau  yang  telah direncanakan  terlebih  dahulu oleh pihak-pihak yang hendak mengadakan perubahan didalam masyarakat. Pihak-pihak yang menghendaki perubahan dinamakan agen of chage yaitu seseorang atau sekelompok orang yang mendapat kepercayaan masyarakat sebagai
pemimpin      satu
atau      lebih
lembaga-
lembaga
kemasyarakatan.
Sedangkan
perubahan        sosial
yang     tidak
dikehendaki     atau
yang     tidak
direncanakan
merupakan
perubahan-perubahan yang terjadi tanpa dikehendaki atau berlangsung diluar jangkauan pengawasan masyarakat dan dapat menyebabkan timbulnya akibat-akibat sosial yang tidak diharapkan masyarakat (Soerjono Soekanto, 2009:272-273).

4. Faktor         Penyebab       Perubahan Sosial

Soerjono   Soekanto (2009:275-282)   Secara   umum penyebab   dari perubahan sosial budaya dibedakan atas dua golongan besar, yaitu: Perubahan yang berasal dari masyarakat itu sendiri dan Perubahan yang berasal dari luar masyarakat. Secara jelas akan dipaparkan di bawah ini:
a.   Perubahan yang Berasal dari Masyarakat.
1)  Bertambah atau berkurangnya penduduk.
Perubahan jumlah penduduk merupakan penyebab terjadinya perubahan sosial, seperti pertambahan atau berkurangnya penduduk pada suatu  daerah  tertentu. Bertambahnya  penduduk pada  suatu daerah dapat mengakibatkan perubahan pada struktur masyarakat, terutama  mengenai  lembagalembaga  kemasyarakatan. Sementara pada daerah lain terjadi kekosongan sebagai akibat perpindahan penduduk tadi.
2)  Penemuan-penemuan baru
Penemuan-penemuan baru akibat perkembangan ilmu pengetahuan baikberupa teknologi maupun berupa gagasan-gagasan menyebar kemasyarakat, dikenal, diakui, dan selanjutnya diterima sertamenimbulkan perubahan sosial.
b.  Perubahan yang Berasal dari Luar Masyarakat.
1)  Sebab-sebab  yang  berasal dari  lingkungan  alam  fisik yang  ada disekitar manusia. Menurut Soerjono Soekanto sebab yang bersumber pada lingkungan alam fisik yang kadang-kadang disebabkan oleh tindakan para warga masyarakat itu sendiri. Misalnya, penebangan hutan secara liar oleh segolongan anggota  masyarakat memungkinkan  untuk terjadinya tanah longsor, banjir dan lain sebagainya.
2)  Peperangan
Peperangan yang terjadi dalam satu masyarakat dengan masyarakat lain menimbulkan  berbagai dampak  negatif  yang  sangat dahsyat karena peralatan perang sangat canggih. 3) Pengaruh kebudayaan masyarakat lain.
Adanya interaksi langsung antara satu masyarakat dengan masyarakat lainnya akan menyebabkan saling pengaruh. Selain itu pengaruh dapat berlangsung melalui komunikasi satu arah yakni komunikasi masyarakat dengan media-media massa.

D. Pengertian Masyarakat

Masyarakat adalah sekelompok individu yang tinggal dalam suatu tempat   tertentu,   saling   berinteraksi dalam   waktu   yang   relatif   lama, mempunyai adat-istiadat dan aturanaturan tertentu dan lambat laun membentuk sebuah kebudayaan. Masyarakat juga merupakan sistem sosial yang terdiri dari sejumlah komponen struktur sosial yaitu: keluarga, ekonomi, pemerintah, agama, pendidikan, dan lapisan sosial yang terkait satu sama lainnya, bekerja secara bersama-sama, saling berinteraksi, berelasi, dan saling ketergantungan (Jabrohim, 2004: 167).
Menurut Mac Iver dan Page dalam Soekanto masyarakat ialah suatu sistem dari kebiasaan dan tata cara, dari wewenang dan kerja sama antara berbagai kelompok dan penggolongan dan pengawasan tingkah laku serta kebebasankebebasan manusia. Keseluruhan yang selalu berubah ini kita namakan masyarakat. Masyarakat merupakan jalinan hubungan sosial, dan masyarakat selalu berubah (Soekanto, 2007: 22).
Menurut Mac Iver dan Charles dalam Soekanto unsur-unsur perasaan masyarakat antara lain adalah seperasaan, sepenanggungan dan saling memerlukan, sedangkan tipe-tipe masyarakat menurut Kingley Davis dalam Soekanto (2007: 134-135) ada empat kriteria yaitu:
1)  Jumlah penduduk.
2)  Luas, kekayaan dan kepadatan penduduk daerah pedalaman.
3)  Fungsi-fungsi khusus masyarakat setempat terhadap seluruh masyarakat.
4)  Organisasi masyarakat     yang bersangkutan.
BAB III METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian yang berupa deskriptif. Penelitian deskriptif adalah salah satu jenis penelitian yang tujuannya untuk menyajikan gambaran lengkap / eksplorasi dan klarifikasi mengenai suatu fenomena atau kenyataan sosial. Dalam penelitian ini, peneliti memiliki definisi jelas tentang sujek penelitian dan akan menggunakan pertanyaan who dalam menggali informasi yang dibutuhkan.
(http://id.m.wikipedia.org/wiki/Penelitian _deskriptif).

B. Subyek Penelitian

Subyek   dalam penelitian        ini adalah masyarakat Indonesia meliputi anak – anak, dewasa dan orang tua.

C. Metode Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data yang saya lakukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1.   Metode observasi, yaitu dilakukan dengan cara melakukan pengamatan secara langsung terhadap aktivitas masyarakat di beberapa wilayah di Indonesia.
2.   Metode wawancara, yaitu dilakukan dengan cara mengadakan wawancara secara langsung kepada para responden dan informan yang telah dilakukan.
3.   Metode studi pustaka, yaitu berupa kajian literature yang sesuai dengan penelitian, baik berupa buku maupun dari sumber internet.
BAB IV PEMBAHASAN

A. Media Sosial

Perkembangan dari Media Sosial itu sendiri sebagai berikut  : 1. 1978 Awal dari penemuan Sistem papan buletin yang memungkinkan untuk dapat berhubungan dengan orang lain menggunakan surat elektronik , ataupun mengunggah dan mengunduh Perangkat lunak , semua ini dilakukan masih dengan menggunakan saluran telepon yang terhubung dengaan modem
2.      1995 Kelahiran dari situs GeoCities, situs ini melayani Web Hosting yaitu layanan penyewaan penyimpanan data - data website agar halaman website tersebut bisa di akses dari mana saja, dan kemunculan GeoCities ini menjadi tonggak dari berdirinya website - website lain.
3.      1997 Muncul situs jejaring sosial pertama yaitu Sixdegree.com walaupun sebenarnya pada tahun 1995 terdapat situs Classmates.com yang juga merupakan situs jejaring sosial namun, Sixdegree.com di anggap lebih menawarkan sebuah situs jejaring sosial di banding Classmates.com
4.      1999 Muncul situs untuk membuat blog pribadi, yaitu Blogger. situs ini menawarkan penggunanya untuk bisa membuat halaman situsnya sendiri. sehingga pengguna dari Blogger ini bisa memuat hal tentang apapun. termasuk hal pribadi ataupun untuk mengkritisi pemerintah. sehingga bisa di katakan blogger ini menjadi tonggak berkembangnya sebuah Media sosial.
5.      2002 Berdirinya Friendster, situs jejaring sosial yang pada saat itu menjadi booming, dan keberadaan sebuah media sosial menjadi fenomenal.
6.      2003 Berdirinya LinkedIn, tak hanya berguna untuk bersosial, LinkedIn juga berguna untuk mencari pekerjaan, sehingga fungsi dari sebuah Media Sosial makin berkembang.
7.      2003 Berdirinya MySpace, MySpace menawarkan kemudahan dalam menggunakannya,sehingga myspace di katakan situs jejaring sosial yang user friendly.
8.      2004 Lahirnya Facebook, situs jejaring sosial yang terkenal hingga sampai saat ini, merupakan salah satu situs jejaring sosial yang memiliki anggota terbanyak.
9.      2006 Lahirnya Twitter, situs jejaring sosial yang berbeda dengan yang lainnya, karena pengguna dari Twitter hanya bisa mengupdate status atau yang bernama Tweet ini yang hanya di batasi 140 karakter.
10.   2007 Lahirnya Wiser, situs jejaring social pertama sekali diluncurkan bertepatan dengan peringatan Hari Bumi (22 April) 2007. Situs ini diharapkan bisa menjadi sebuah direktori online organisasi lingkungan seluruh dunia termasuk pergerakan lingkungan baik dilakukan individu maupun kelompok.
11.   2011 Lahirnya Google+, google meluncurkan situs jejaring sosialnya yang bernama google+, namun pada awal peluncuran. google+ hanya sebatas pada orang yang telah di invite oleh google. Setelah itu google+ di luncurkan secara umum.
Dalam era globalisasi ini teknologi semakin maju, tidak dapat dipungkiri hadirnya internet semakin dibutuhkan dalam kehidupan seharihari, baik dalam kegiatan sosialisasi, pendidikan, bisnis, dsb. Kesempatan ini juga dimanfaatkan oleh vendor smartphone serta tablet murah yang menjamur dan menjadi trend . Hampir semua orang di Indonesia memiliki smartphone , dengan semakin majunya internet dan hadirnya smartphone maka media sosial pun ikut berkembang pesat.
Media sosial merupakan situs dimana seseorang dapat membuat web page pribadi dan terhubung dengan setiap orang yang tergabung dalam media sosial yang sama untuk berbagi informasi dan berkomunikasi. Jika media tradisional menggunakan media cetak dan media broadcast , maka media sosial menggunakan internet. Media sosial mengajak siapa saja yang tertarik untuk berpartisipasi dengan memberi feedback secara terbuka, memberi komentar, serta membagi informasi dalam waktu yang cepat dan tak terbatas.
Sangat mudah dan tidak membutuhkan waktu yang lama bagi seseorang dalam membuat akun di media sosial. Kalangan remaja yang mempunyai media sosial biasa nya memposting tentang kegiatan pribadinya, curhatannya, serta foto-foto bersama teman-temannya. Semakin aktif seorang remaja di media sosial maka mereka semakin dianggap keren dan gaul. Namun kalangan remaja yang tidak mempunyai media sosial biasanya dianggap kuno, ketinggalan jaman, dan kurang bergaul. Media sosial menghapus batasan-batasan dalam bersosialisasi. Dalam media sosial tidak ada batasan ruang dan waktu, mereka dapat berkomunikasi kapanpun dan dimanapun mereka berada. Tidak dapat dipungkiri bahwa media sosial mempunyai pengaruh yang besar dalam kehidupan seseorang. Seseorang yang asalnya kecil bisa menjadi besar dengan media sosial, begitu pula sebaliknya.
Bagi masyarakat Indonesia khususnya kalangan remaja, media sosial seakan sudah menjadi candu, tiada hari tanpa membuka media sosial, bahkan hampir 24 jam mereka tidak lepas dari smartphone . Media sosial terbesar yang paling sering digunakan oleh kalangan remaja antara lain; Facebook, Twitter, Path, Youtube, Instagram, Kaskus, LINE, Whatsapp, Blackberry Messenger. Masing-masing media sosial tersebut mempunyai keunggulan khusus dalam menarik banyak pengguna media sosial yang mereka miliki. Media sosial memang menawarkan banyak kemudahan yang membuat para remaja betah berlamalama berselancar di dunia maya.
Pesatnya perkembangan media sosial juga dikarenakan semua orang seperti bisa memiliki media sendiri. Jika untuk media tradisional seperti televisi, radio, atau koran dibutuhkan modal yang besar dan tenaga kerja yang banyak, maka lain halnya dengan media sosial. Para pengguna media sosial bisa mengakses menggunakan jaringan internet tanpa biaya yang besar dan dapat dilakukan sendiri dengan mudah.
Para pengguna media sosial pun dapat dengan bebas berkomentar serta menyalurkan pendapatnya tanpa rasa khawatir. Hal ini dikarenakan dalam internet khususnya media sosial sangat mudah memalsukan jati diri atau melakukan kejahatan.

B. Dampak     Positif             dan      Dampak Negatif Media Sosial

1.   Dampak positif dari media sosial adalah:
a.   Memudahkan kita untuk berinteraksi dengan banyak
orang
Dengan media sosial, kita dapat dengan mudah berinteraksi dengan siapa saja termasuk artis favorit kita yang juga menggunakan media sosial terkenal seperti Facebook dan
Twitter.
b.   Memperluas pergaulan
Media sosial membuat kita bisa memiliki banyak koneksi dan jaringan yang luas. Tentu saja hal ini berdampak positif bagi orang yang ingin mendapatkan teman atau pasangan hidup dari tempat yang jauh atau negara asing.
c.   Jarak dan waktu bukan lagi masalah
Di era media sosial seperti sekarang ini, hubungan jarak jauh bukan lagi halangan besar karena kita tetap dapat berinteraksi dengan orang lain kapan saja walaupun dipisahkan oleh jarak yang cukup jauh.
d.   Lebih mudah dalam mengekspresikan diri
Media sosial memberikan sarana baru bagi manusia dalam mengekspresikan diri. Orang biasa, orang pemalu, atau orang yang selalu gugup mengungkapkan pendapat di depan umum akhirnya mampu menyuarakan diri mereka secara bebas.
e.   Penyebaran informasi dapat berlangsung secara cepat
Dengan media sosial, siapapun dapat menyebarkan informasi baru kapan saja, sehingga orang lain juga dapat memperoleh informasi yang tersebar di media sosial kapan saja.
f.    Biaya lebih murah
Bila dibandingkan dengan media lainnya, maka media sosial memerlukan biaya yang lebih murah karena kita hanya perlu membayar biaya internet untuk dapat mengakses media sosial.
2.   Dampak negatif dari media sosial adalah:
a.   Menjauhkan orang-orang yang sudah dekat dan sebaliknya. Orang yang terjebak dalam media sosial memiliki kelemahan besar yaitu berisiko mengabaikan orang-orang di kehidupannya sehari-sehari.
b.   Interaksi secara tatap muka cenderung menurun
Karena mudahnya berinteraksi melalui media sosial, maka seseorang akan semakin malas untuk bertemu secara langsung dengan orang lain.
c.   Membuat orang-orang menjadi kecanduan terhadap internet Dengan kepraktisan dan kemudahan menggunakan media sosial, maka orang-orang akan semakin tergantung pada media sosial, dan pada akhirnya akan menjadi kecanduan terhadap internet.
d.   Rentan terhadap pengaruh buruk
orang lain
Seperti di kehidupan sehari-hari, jika kita tidak menyeleksi orangorang yang berada dalam lingkaran sosial kita, maka kita akan lebih rentan terhadap pengaruh buruk.
e.   Masalah privasi
Dengan media sosial, apapun yang kita unggah bisa dengan mudah dilihat oleh orang lain. Hal ini tentu saja dapat membocorkan masalah-masalah pribadi kita. Oleh karena itu, sebaiknya tidak mengunggah hal-hal yang bersifat privasi ke dalam media sosial.
f.    Menimbulkan konflik Dengan media sosial siapapun bebas mengeluarkan pendapat, opini , ide gagasan dan yang lainnya, akan tetapi kebeasan yang berlebihan tanpa ada kontrol sering menimbulkan potensi konflik yang akhirnya berujung pada sebuah perpecahan.

C. Pengaruh Media Sosial terhadap Perubahan Sosial Masyarakat

Dari hasil penelitian yang dilakukan, media sosial memiliki dampak positif dan negatif. Dampak positif penggunaan media sosial secara nyata telah membawa pengaruh terhadap perubahan sosial masyarakat kearah yang lebih baik tetapi dampak negatif cenderung membawa perubahan sosial masyarakat yang menghilangkan nilai – nilai atau norma di masyarakat Indonesia.
Dengan hadirnya media sosial sebagai teknologi baru, tentu saja cara hidup manusia juga akan mengalami perubahan. Beberapa perubahan adalah semakin efektif dan efisiennya manusia dalam memperoleh informasi tidak terhalang waktu, tempat dan biaya yang tidak terlalu mahal. Perubahan-perubahan dalam hubungan sosial (social relationships) atau sebagai perubahan terhadap keseimbangan (equilibrium) hubungan sosial dan segala   bentuk   perubahanperubahan   pada   lembaga-lembaga kemasyarakatan didalam suatu masyarakat, yang mempengaruhi sistem  sosialnya,  termasuk didalamnya nilai-nilai,  sikap  dan  pola perilaku diantara kelompok-kelompok dalam masyarakat. Masyarakat dapat berkomunikasi langsung dengan presiden melalui media sosial guna menyampaikan saran kritik dan ide yang membangun. Jika dalam metode konvensional masyarakat harus menjadi wakil rakyat / anggota DPR terlebih dahulu dan atau melakukan demonstrasi didepan istana kepresidanan guna menyampaikan aspirasi, sekarang cara tersebut cenderung ditinggalkan.
Dari sisi ekonomi semakin tingginya minat masyarakat terhadap media sosial, tidak sedikit masyarakat kita memperoleh keuntungan dengan berbisnis melalui media sosial. Maka masyarakat akan semakin tergantung dengan media sosial, dan hal ini akan mempengaruhi kehidupan mereka sehari-hari. Mengakses media sosial setiap saat telah menjadi kebutuhan manusia yang baru untuk selalu mengupdate informasi karena media sosial telah menjadi sumber informasi yang lebih aktual dibandingkan media lainnya.
Pengaruh negatif terhadap perubahan sosial masyarakat diantaranya: sering terjadi konflik antar kelompok – kelompok tertentu dengan berlatar belakang suku, ras maupun agama. Mengatasnamakan agama, kelompok tertentu memiliki pengikut dengan jumlah yang banyak pada media sosial cenderung memanfaatkan momen tertentu untuk menggerakkan massa dalam kegiatan tertentu. Secara langsung media sosial berpengaruh terhadap terbentukknya kelompok – kelompok sosial tersebut dengan menanamkan prinsip, nilai dan akidah tertentu untuk menjadi perubah sistem. Bahkan dengan media sosial kelompok – kelompok tersebut dengan mudah mempengaruhi kondisi stabilitas sebuah negara.
Ada pula berlatar belakang kesenjangan sosial yang sering mengundang komentar dan berujung konflik. Pola perilaku masyarakat yang menyimpang juga sering di blow up pada media sosial seperti grop / komunitas penyuka sesama jenis seperti kaum gay dan lesbian.
Jika dilihat dari sisi interaksi sosial pengaruh perubahan sosial di masyarakat terjadi karena semakin mudahnya manusia berinteraksi melalui media sosial, maka interaksi sosial di dunia nyata akan turut berkurang. Manusia tidak perlu lagi saling bertemu secara langsung untuk berkomunikasi, sehingga hal ini akan membentuk pola hidup masyarakat yang semakin tertutup.
BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

Media sosial adalah sebuah media online, dengan para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi meliputi blog, jejaring sosial, wiki, forum dan dunia virtual. Blog, jejaring sosial dan wiki merupakan bentuk media sosial yang paling umum digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia.


 Dampak positif dari media sosial adalah memudahkan kita untuk berinteraksi dengan banyak orang, memperluas pergaulan, jarak dan waktu bukan lagi masalah, lebih mudah dalam mengekspresikan diri, penyebaran informasi dapat berlangsung secara cepat, biaya lebih murah. Sedangkan dampak negatif dari media sosial adalah menjauhkan orang-orang yang sudah dekat dan sebaliknya, interaksi secara tatap muka cenderung menurun, membuat orang-orang menjadi kecanduan terhadap internet, menimbulkan konflik, masalah privasi, rentan terhadap pengaruh buruk orang lain. 3. Adanya media sosial  telah mempengaruhi kehidupan sosial dalam masyarakat. Perubahanperubahan dalam hubungan sosial (social relationships) atau sebagai perubahan terhadap keseimbangan (equilibrium) hubungan sosial dan segala   bentuk   perubahanperubahan   pada   lembagalembaga kemasyarakatan didalam suatu masyarakat, yang mempengaruhi sistem  sosialnya, termasuk  didalamnya nilai-nilai, sikap  dan  pola perilaku diantara kelompok-kelompok dalam masyarakat. Perubahan sosial positif seperti kemudahan memperoleh dan menyampaiakan    informasi, memperoleh           keuntungan     secara sosial dan ekonomi. Sedangkan perubahan sosial yang cenderung negatif            seperti             munculnya kelompok–kelompok        sosial   yang mengatasnamakan        agama,            suku dan pola perilaku tertentu yang terkadang menyimpang dari norma – norma yang ada.






B. Saran

1.   Pemerintah harus segera menyusun pertauran tentang penggunaan dan pemanfaatan media sosial sosial sebagai sarana teknologi informasi secara bijak.
2.   Masyarakat harus lebih cermat dan selektif dalam menggunakan media sosial seperti memilih pertemanan, komunitas / grop dan tidak latah terhadap perubahan perilaku atau trend/ “viral” negatif dikalangan pengguna media sosial.

DAFTAR PUSTAKA

http://ptkomunikasi.wordpress.com/201 2/06/11/pengertian-media-sosialperan-serta-fungsinya/
http://www.infodigitalmarketing.com/2013/12/sej arah-sosial-media-
sejarah.html#sthash.K04wZepV.d puf http://abcddy.blogspot.com/2013/12/ma kalah-bahasa-indonesiapengaruh-media.html
http://madces.blogspot.com/2011/10/pe ngaruh-media-social-networkterhadap.html
http://ovaltinesusu.wordpress.com/2013 /05/14/mediasosial-2/
http://imasmulyarizee.blogspot.co.id/20
14/06/karya-tulis-ilmiahpengaruh-media.html
http://ajrajr.blogspot.com/2011/10/peng aruh-media-sosial-terhadap.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Media_sosial
http://ptkomunikasi.wordpress.com/201 2/06/11/pengertian-media-sosialperan-serta-fungsinya/
http://hendrawan1.blogspot.com/2011/0 4/dampak-jejaring-sosial-bagimasyarakat.html
http://belajar-komputermu.com/pengertian-internet/
http://www.scribd.com/doc/21330504/P engertian-Internet
http://octahyuuga.wordpress.com/2009/ 03/02/dampak-negatif-dan-positifdari-internet/
http://yayang08.wordpress.com/2008/0 5/07/dampak-internet-bagipelajar/
http://www.anneahira.com/pengaruhinternet-terhadap-prestasibelajar-pelajar-5344.htm
http://qotrinnidaaz.blogspot.com/2009/1 1/dampak-positif-dan-negatifinternet.html




0 komentar :

Posting Komentar