PENGARUH MEDIA SOSIAL
ABSTRAK
Perkembangan
teknologi informasi membawa sebuah perubahan dalam masyarakat. Lahirnya media
sosial menjadikan pola perilaku masyarakat mengalami pergeseran baik budaya,
etikan dan norma yang ada. Indonesia dengan jumlah penduduk yang besar dengan
berbagai kultur suku, ras dan agama yang beraneka ragam memiliki banyak sekali
potensi perubahan sosial. Dari berbagai kalangan dan usia hampir semua
masyarakat Indonesia memiliki dan menggunakan media sosial sebagai salah satu
sarana guna memperoleh dan menyampaikan informasi ke publik. Oleh sebab itu
penelitian ini memiliki rumusan masalah sebagai berikut: apa pengertian media
sosial, apa dampak media sosial terhadap masyarakat di Indonesia dan apa
pengaruh media sosial terhadap perubahan sosial masyarakat di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah
deskriptif. Penelitian deskriptif adalah salah satu jenis penelitian yang
tujuannya untuk menyajikan gambaran lengkap / eksplorasi dan klarifikasi
mengenai suatu fenomena atau kenyataan sosial.
Media sosial adalah sebuah media online,
dengan para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan
menciptakan isi meliputi blog, jejaring sosial, wiki, forum dan dunia virtual.
Blog, jejaring sosial dan wiki merupakan bentuk media sosial yang paling umum digunakan
oleh masyarakat di seluruh dunia. Dampak positif dari media sosial adalah
memudahkan kita untuk berinteraksi dengan banyak orang, memperluas pergaulan,
jarak dan waktu bukan lagi masalah, lebih mudah dalam mengekspresikan diri,
penyebaran informasi dapat berlangsung secara cepat, biaya lebih murah.
Sedangkan dampak negatif dari media sosial adalah menjauhkan orang-orang yang
sudah dekat dan sebaliknya, interaksi secara tatap muka cenderung menurun,
membuat orang-orang menjadi kecanduan terhadap internet, menimbulkan konflik,
masalah privasi, rentan terhadap pengaruh buruk orang lain. Adanya media
sosial telah mempengaruhi kehidupan
sosial dalam masyarakat. Perubahan-perubahan dalam hubungan sosial (social relationships)
atau sebagai perubahan terhadap keseimbangan (equilibrium) hubungan sosial dan
segala bentuk perubahan-perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan didalam
suatu masyarakat, yang mempengaruhi sistem
sosialnya, termasuk didalamnya
nilai-nilai, sikap dan pola perilaku diantara kelompokkelompok dalam
masyarakat. Perubahan sosial positif seperti kemudahan memperoleh dan
menyampaikan informasi, memperoleh keuntungan secara sosial dan ekonomi.
Sedangkan perubahan sosial yang cenderung negatif seperti munculnya kelompok –
kelompok sosial yang mengatasnamakan agama, suku dan pola perilaku tertentu
yang terkadang menyimpang dari norma – norma yang ada.
Kata kunci : Media Sosial, Perubahan Sosial
A. Latar Belakang Masalah
Dinamika kehidupan masyarakat mengalami
perkembangan yang sangat pesat. Akulturasi
budaya dengan
sentuhan teknologi informasi merupakan fenomena pendorong perubahan tersebut.
Kebeasan personal dalam menyampaikan ide, kritik, saran dan bahkan “hujatan” sering
dijumpai setiap jam dan hari melalui berbagai varian media yang digunakan.
Tidak sedikit diskresi lahir dari
beberapa kelompok masyarakat dengan opini dan argumen yang diyakini. Bagaimana
bisa kita menyaksikan gerakan demonstrasi besar bertajuk aksi bela Islam “411”
dan “212” di penghujung tahun 2016, yang menuntut penguasa untuk turun tangan
langsung melerai dua kubu yang bersilang pendapat. Bagaimana bisa kita memahami
istilah “Viral” dalam media sosial sampai adanya fenomena “Om Tolelot Om” hampir di setiap daerah di Indonesia. Banyak
anak kecil hingga dewasa yang rela berpanas – panasan dan berhujan – hujanan
menunggu truk / bus yang melintas berharap kendaraan tersebut membunyikan
klakson variasi dengan membawa kertas bertuliskan “om tolelot om”. Berbicara tentang fenomena
“viral” semuanya tidak lepas dari peran dan pengaruh media sosial terhadap
kehidupan di masyaraklat kita.
Kondisi yang dialami masyarakat Indonesia saat ini menuntut
sikap adaptif dan responsibilas Pemerintahan. Secara nyata media sosial telah
merubah kehidupan sosial masyarakat hampir disemua jenjang dan strata sosial.
Perubahan dan perkembangan masyarakat sejatinya dibutuhkan guna mengalirkan
sikulus bermasyarakat. Oleh sebab itu pemerintah perlu mengatur kebebasan dalam
penggunaan media sosial di Indonesia,
maka penulis tertarik melaukan penelitian dengan judul “ Pengaruh Media Sosial Terhadap Perubahan Sosial Masyarakat di
Indonesia”.
B. Rumusan Masalah 1. Apa pengertian
media sosial? 2. Apa dampak media sosial terhadap masyarakat di
3. Apa pengaruh media sosial terhadap
perubahan sosial masyarakat di Indonesia ?
C. Tujuan Penelitian
1. Mengetahui
dan memahami pengertian media sosial.
2. Mengetahui
dampak positif dan negatif dari media sosial terhadap masyarakat di Indonesia.
3. Mengidentifikasi
dan memahami pengaruh media sosial terhadap perubahan sosial masyarakat di
4.
Mengetahui dampak negatif dari media sosial.
A. Pengertian Pengaruh
Pengaruh menurut Kamus Besar
Bahasa Indonesia (KBBI) adalah daya yang ada dan timbul dari sesuatu (orang,
benda) yang ikut membentuk watak, kepercayaan atau perbuataan seseorang. Dari
pengertian di atas telah dikemukakan sebelumnya bahwa pengaruh adalah merupakan
sesuatu daya yang dapat membentuk atau mengubah sesuatu yang lain.
Pengaruh adalah suatu keadaan ada
hubungan timbal balik, atau hubungan sebab akibat antara apa yang mempengaruhi
dengan apa yang di pengaruhi. Dua hal ini adalah yang akan dihubungkan dan
dicari apa ada hal yang menghubungkannya. Di sisi lain pengaruh adalah berupa
daya yang bisa memicu sesuatu, menjadikan sesuatu berubah. Maka jika salah satu
yang disebut pengaruh tersebut berubah, maka akan ada akibat yang
ditimbulkannya. (http://repository.usu.ac.id/bitstream/12
3456789/28068/3/Chapter%20II.pdf)
B. Media Sosial 1. Pengertian media sosial
Media sosial adalah sebuah media
online, dengan para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan
menciptakan isi meliputi blog, jejaring sosial, wiki, forum dan dunia virtual.
Blog, jejaring sosial dan wiki merupakan bentuk media sosial yang paling umum
digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia. Pendapat lain mengatakan bahwa
media sosial adalah media online yang mendukung interaksi sosial dan media
sosial menggunakan teknologi berbasis web yang mengubah komunikasi menjadi
dialog interaktif.
Andreas Kaplan dan Michael
Haenlein mendefinisikan media sosial sebagai “sebuah kelompok aplikasi berbasis
internet yang membangun di atas dasar ideologi dan teknologi Web 2.0 , dan yang
memungkinkan penciptaan dan pertukaran user-generated content”.
Jejaring sosial merupakan situs dimana setiap orang bisa
membuat web page pribadi, kemudian terhubung dengan temanteman untuk berbagi
informasi dan berkomunikasi. Jejaring sosial terbesar antara lain Facebook,
Myspace, dan Twitter. Jika media tradisional menggunakan media cetak dan media
broadcast, maka media sosial menggunakan internet. Media sosial mengajak siapa
saja yang tertarik untuk berpertisipasi dengan memberi kontribusi dan feedback
secara terbuka, memberi komentar, serta membagi informasi dalam waktu yang
cepat dan tak terbatas.
2. Sejarah Media Sosial
Sosial media mengalami
perkembangan yang sangat signifikan dari tahun ke tahun, Jika pada tahun 2002
Friendster merajai sosial media karena hanya Friendster yang mendominasi sosial
media di era tersebut, kini telah banyak bermunculan sosial media dengan
keunikan dan karakteristik masing-masing.
Sejarah sosial media diawali
pada era 70-an, yaitu ditemukannya sistem papan buletin yang memungkinkan untuk
dapat berhubungan dengan orang lain menggunakan surat elektronik ataupun
mengunggah dan mengunduh perangkat lunak, semua ini dilakukan masih dengan
menggunakan saluran telepon yang terhubung dengaan modem.
Pada tahun 1995 lahirlah situs
GeoCities, GeoCities melayani web hosting (layanan penyewaan penyimpanan
data-data website agar website dapat diakses dari manapun). GeoCities merupakan
tonggak awal berdirnya websitewebsite.
Pada tahun 1997 sampai tahun 1999
munculah sosial media pertama yaitu Sixdegree.com
dan Classmates.com. Tak hanya
itu, di tahun tersebut muncul juga situs untuk membuat blog pribadi, yaitu
Blogger. situs ini menawarkan penggunanya untuk bisa membuat halaman situsnya
sendiri. sehingga pengguna dari Blogger ini bisa memuat hal tentang apapun.
Pada tahun 2002 Friendster
menjadi sosial media yang sangat booming dan kehadirannya sempat menjadi
fenomenal. Setelah itu pada tahun 2003 sampai saat ini bermunculan berbagai
sosial media dengan berbagai karakter dan kelebihan masing-masing, seperti
LinkedIn, MySpace, Facebook, Twitter, Wiser, Google+ dan lain sebagainya.
Sosial Media juga kini menjadi
sarana atau aktivitas digital marketing, seperti Social Media Maintenance,
Social Media Endorsement dan Social Media
Activation. Oleh karena itu, Sosial Media
kini menjadi salah satu servis yang ditawarkan oleh Digital Agency.
3. Klasifikasi Media Sosial
Media sosial teknologi mengambil berbagai bentuk termasuk
majalah, forum internet, weblog, blog sosial, microblogging, wiki, podcast,
foto atau gambar, video, peringkat dan bookmark sosial. Dengan menerapkan satu
set teori-teori dalam bidang media penelitian (kehadiran sosial, media
kekayaan) dan proses sosial (selfpresentasi, self-disclosure) Kaplan dan
Haenlein menciptakan skema klasifikasi untuk berbagai jenis media sosial dalam
artikel Horizons Bisnis mereka diterbitkan dalam 2010. Menurut Kaplan dan
Haenlein ada enam jenis media sosial: a.
Proyek Kolaborasi Website mengijinkan usernya untuk dapat mengubah,
menambah, ataupun me-remove konten – konten yang ada di website ini. contohnya wikipedia
b. Blog dan microblog
User lebih bebas
dalam mengekspresikan sesuatu di blog ini seperti curhat ataupun mengkritik
kebijakan pemerintah.
c. Konten
Para user dari pengguna website ini saling
meng-share konten – konten media, baik seperti video, ebook, gambar, dan lain –
lain. contohnya youtube
d.
Situs jejaring sosial Aplikasi yang mengizinkan user untuk dapat terhubung
dengan cara membuat informasi pribadi sehingga dapat terhubung dengan orang
lain. Informasi pribadi itu bisa seperti foto – foto. contoh facebook
e. Virtual game world
Dunia virtual, dimana mengreplikasikan
lingkungan 3D, dimana user bisa muncul dalam bentuk avatar – avatar yang
diinginkan serta berinteraksi dengan orang lain selayaknya di dunia nyata.
contohnya game online.
f. Virtual social world
Dunia virtual
yang dimana penggunanya merasa hidup di dunia virtual, sama seperti virtual
game world, berinteraksi dengan yang lain. Namun, Virtual Social World lebih
bebas, dan lebih ke arah kehidupan, contohnya second
life.
C. Perubahan Sosial 1. Konsep Perubahan Sosial
Setiap manusia selama hidup
pasti mengalami perubahanperubahan. Perubahan dapat berupa pengaruhnya terbatas
maupun luas, perubahan yang lambat dan ada perubahan yang berjalan dengan
cepat. Perubahan dapat mengenai nilai dan
norma sosial, pola-pola perilaku organisasi, susunan lembaga
kemasyarakatan, lapisan-lapisan dalam masyarakat, kekuasaan dan wewenang,
interaksi sosial dan sebagainya. Perubahanperubahan yang terjadi pada
masyarakat merupakan gejala yang normal. Pengaruhnya bisa menjalar dengan cepat
ke bagian-bagian dunia lain
berkat adanya komunikasi modern
(Soerjono
Definisi perubahan
sosial menurut beberapa ahli
sosiologi:
Soerjono
Soekanto (2009:262-263). a. Kingsley Davis
mengartikan
“perubahan sosial sebagai perubahan-perubahan yang terjadi dalam struktur dan
fungsi masyarakat”
mengatakan
“perubahanperubahan sosial merupakan sebagai perubahan-perubahan dalam hubungan
sosial (social relationships) atau sebagai perubahan terhadap keseimbangan
(equilibrium) hubungan sosial”
c.
JL.Gillin dan JP.Gillin
mengatakan
“perubahanperubahan sosial sebagai suatu variasi dari cara-cara hidup yang
telah diterima, baik karena perubahan- perubahan kondisi geografis, kebudayaan
material, komposisi penduduk, idiologi maupun karena adanya difusi ataupun
penemuan- penemuan baru dalam masyarakat”
Rumusannya
adalah “segala perubahan- perubahan pada lembaga- lembaga kemasyarakatan di
dalam suatu masyarakat, yang mempengaruhi sistem sosialnya, termasuk di
dalamnya nilai-nilai, sikap dan pola perilaku di antara kelompokkelompok dalam
masyarakat”
Dari definisi di atas dapat
disimpulkan perubahan sosial adalah perubahan yang terjadi dalam struktur
masyarakat yang dapat mempengaruhi pola interaksi sosial di dalam suatu yang
dapat bersifat membangun karakter manusia menuju proses yang lebih baik atau
malah sebaliknya.
2. Karakteristik Perubahan Sosial
Perubahan Sosial memiliki
beberapa karakteristik yaitu:
a. Pengaruh besar
unsur-unsur kebudayaan
material terhadap unsur- unsur
immaterial.
b. Perubahan-perubahan yang terjadi dalam
struktur dan fungsi masyarakat.
c. Perubahan-perubahan
dalam hubungan sosial (social relationships) atau sebagai perubahan terhadap
keseimbangan (equilibrium) hubungan sosial.
d. Suatu
variasi dari cara-cara hidup yang telah diterima, baik karena perubahan-
perubahan kondisi geografis, kebudayaan material, komposisi penduduk, idiologi
maupun karena adanya difusi ataupun penemuan-penemuan baru dalam masyarakat.
e. Modifikasi-modifikasi yang terjadi dalam
pola-pola kehidupan manusia.
f. Segala bentuk
perubahanperubahan pada lembagalembaga kemasyarakatan didalam suatu
masyarakat, yang mempengaruhi sistem
sosialnya, termasuk didalamnya
nilai-nilai, sikap dan pola perilaku diantara kelompok-kelompok
dalam masyarakat.
3. Bentuk-bentuk Perubahan
a. Perubahan lambat dan perubahan
Perubahan-perubahan yang memerlukan
waktu yang lama, rentetan rentetan perubahan kecil yang
saling mengikuti dengan lambat, dinamakan evolusi. Pada evolusi perubahan
terjadi dengan sendirinya tanpa rencana atau kehendak tertentu. Perubahan
tersebut terjadi karena usahausaha masyarakat untuk menyesuaikan diri
dengan keperluan-keperluan, keadaankeadaan, dan kondisi-kondisi baru
yang timbul sejalan pertumbuhan masyarakat (Soerjono Soekanto, 2009:269).
Soerjono Soekanto (2009:271) Sementara itu perubahan-perubahan sosial yang
berlangsung dengan cepat dan menyangkut dasar-dasar atau sendi- sendi pokok
kehidupan masyarakat. Secara Sosiologis agar suatu revolusi dapat terjadi, maka
harus dipenuhi syarat-syarat tertentu antara lain:
1) Harus
ada keinginan umum untuk mengadakan suatu perubahan.
2) Adanya
seorang pemimpin atau sekelompok orang
yang dianggap mampu memimpin masyarakat tersebut. 3) Pemimpin diharapkan dapat menampung keiginan-keinginan masyarakat
untuk kemudian merumuskan serta menegaskan
rasa tidak puas tadi menjadi program dan arah gerakan.
4) Pemimpin tersebut
harus dapat menunjukkan suatu tujuan
pada masyarakat.
5) Harus
ada momentum yaitu saat dimana segala keadaan dan faktor sudah tepat dan baik
untuk memulai suatu gerakan.
b.Perubahan
Kecil dan Perubahan Besar
Perubahan kecil
adalah perubahan-perubahan yang
terjadi pada unsur unsur struktur sosial yang tidak
membawa pengaruh langsung atau yang berarti bagi
masyarakat.Perubahan mode pakaian, misalnya, tidak akan membawa pengaruh apa- apa bagi
masyarakat dalam keseluruhannya, karena tidak mengakibatkan perubahanperubahan
pada lembagalembaga kemasyarakatan.
Sedangkan
perubahan besar adalah perubahan-perubahan yang terjadi pada unsur-unsur
struktur sosial yaitu membawa pengaruh besar pada masyarakat(Soerjono Soekanto,
2009:272).
c. Perubahan yang dikehendaki (intended-change) atau perubahan yang
direncanakan (planned-chage) dan perubahan yang tidak dikehendaki (unitended-change)
atau perubahan yang tidak direncanakan (unplannedchange). Perubahan yang dikehendaki atau
direncanakan merupakan perubahan
yang diperkirakan atau yang
telah direncanakan terlebih dahulu oleh pihak-pihak yang hendak
mengadakan perubahan didalam masyarakat. Pihak-pihak yang menghendaki perubahan
dinamakan agen of chage yaitu seseorang atau sekelompok orang yang mendapat
kepercayaan masyarakat sebagai
pemimpin
satu
|
atau
lebih
|
lembaga-
|
lembaga
|
kemasyarakatan.
|
Sedangkan
|
perubahan
sosial
|
yang
tidak
|
dikehendaki
atau
|
yang
tidak
|
direncanakan
|
merupakan
|
perubahan-perubahan yang terjadi tanpa
dikehendaki atau berlangsung diluar jangkauan pengawasan masyarakat dan dapat
menyebabkan timbulnya akibat-akibat sosial yang tidak diharapkan masyarakat
(Soerjono Soekanto, 2009:272-273).
4. Faktor Penyebab Perubahan Sosial
Soerjono Soekanto (2009:275-282) Secara
umum penyebab dari perubahan
sosial budaya dibedakan atas dua golongan besar, yaitu: Perubahan yang berasal
dari masyarakat itu sendiri dan Perubahan yang berasal dari luar masyarakat.
Secara jelas akan dipaparkan di bawah ini:
a.
Perubahan
yang Berasal dari Masyarakat.
1) Bertambah
atau berkurangnya penduduk.
Perubahan jumlah penduduk
merupakan penyebab terjadinya perubahan sosial, seperti pertambahan atau
berkurangnya penduduk pada suatu
daerah tertentu. Bertambahnya penduduk pada
suatu daerah dapat mengakibatkan perubahan pada struktur masyarakat,
terutama mengenai lembagalembaga kemasyarakatan. Sementara pada daerah lain
terjadi kekosongan sebagai akibat perpindahan penduduk tadi.
2) Penemuan-penemuan
baru
Penemuan-penemuan baru akibat
perkembangan ilmu pengetahuan baikberupa teknologi maupun berupa
gagasan-gagasan menyebar kemasyarakat, dikenal, diakui, dan selanjutnya
diterima sertamenimbulkan perubahan sosial.
b. Perubahan yang Berasal dari Luar
Masyarakat.
1) Sebab-sebab yang
berasal dari lingkungan alam
fisik yang ada disekitar manusia.
Menurut Soerjono Soekanto sebab yang bersumber pada lingkungan alam fisik yang
kadang-kadang disebabkan oleh tindakan para warga masyarakat itu sendiri. Misalnya,
penebangan hutan secara liar oleh segolongan anggota masyarakat memungkinkan untuk terjadinya tanah longsor, banjir dan
lain sebagainya.
Peperangan
yang terjadi dalam satu masyarakat dengan masyarakat lain menimbulkan berbagai dampak negatif
yang sangat dahsyat karena
peralatan perang sangat canggih. 3) Pengaruh kebudayaan masyarakat lain.
Adanya interaksi langsung antara satu
masyarakat dengan masyarakat lainnya akan menyebabkan saling pengaruh. Selain
itu pengaruh dapat berlangsung melalui komunikasi satu arah yakni komunikasi
masyarakat dengan media-media massa.
D. Pengertian Masyarakat
Masyarakat adalah sekelompok
individu yang tinggal dalam suatu tempat
tertentu, saling berinteraksi dalam waktu
yang relatif lama, mempunyai adat-istiadat dan
aturanaturan tertentu dan lambat laun membentuk sebuah kebudayaan. Masyarakat
juga merupakan sistem sosial yang terdiri dari sejumlah komponen struktur
sosial yaitu: keluarga, ekonomi, pemerintah, agama, pendidikan, dan lapisan sosial
yang terkait satu sama lainnya, bekerja secara bersama-sama, saling
berinteraksi, berelasi, dan saling ketergantungan (Jabrohim, 2004: 167).
Menurut Mac Iver dan Page dalam
Soekanto masyarakat ialah suatu sistem dari kebiasaan dan tata cara, dari wewenang
dan kerja sama antara berbagai kelompok dan penggolongan dan pengawasan tingkah
laku serta kebebasankebebasan manusia. Keseluruhan yang selalu berubah ini kita
namakan masyarakat. Masyarakat merupakan jalinan hubungan sosial, dan
masyarakat selalu berubah (Soekanto, 2007: 22).
Menurut Mac Iver dan Charles
dalam Soekanto unsur-unsur perasaan masyarakat antara lain adalah seperasaan,
sepenanggungan dan saling memerlukan, sedangkan tipe-tipe masyarakat menurut
Kingley Davis dalam Soekanto (2007: 134-135) ada empat kriteria yaitu:
2) Luas,
kekayaan dan kepadatan penduduk daerah pedalaman.
3) Fungsi-fungsi
khusus masyarakat setempat terhadap seluruh masyarakat.
4) Organisasi masyarakat yang
bersangkutan.
BAB III METODE
PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
Penelitian ini merupakan
penelitian yang berupa deskriptif. Penelitian deskriptif adalah salah satu
jenis penelitian yang tujuannya untuk menyajikan gambaran lengkap / eksplorasi
dan klarifikasi mengenai suatu fenomena atau kenyataan sosial. Dalam penelitian
ini, peneliti memiliki definisi jelas tentang sujek penelitian dan akan
menggunakan pertanyaan who dalam menggali informasi yang dibutuhkan.
(http://id.m.wikipedia.org/wiki/Penelitian
_deskriptif).
B. Subyek Penelitian
Subyek dalam penelitian ini
adalah masyarakat Indonesia meliputi anak – anak, dewasa dan orang tua.
C. Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data yang saya lakukan dalam penelitian
ini adalah sebagai berikut :
1. Metode
observasi, yaitu dilakukan dengan cara melakukan pengamatan secara langsung
terhadap aktivitas masyarakat di beberapa wilayah di Indonesia.
2. Metode
wawancara, yaitu dilakukan dengan cara mengadakan wawancara secara langsung
kepada para responden dan informan yang telah dilakukan.
3.
Metode studi pustaka, yaitu berupa kajian literature
yang sesuai dengan penelitian, baik berupa buku maupun dari sumber internet.
A. Media Sosial
Perkembangan dari Media Sosial
itu sendiri sebagai berikut : 1. 1978
Awal dari penemuan Sistem papan buletin yang memungkinkan untuk dapat
berhubungan dengan orang lain menggunakan surat elektronik , ataupun mengunggah
dan mengunduh Perangkat lunak , semua ini dilakukan masih dengan menggunakan
saluran telepon yang terhubung dengaan modem
2. 1995
Kelahiran dari situs GeoCities, situs ini melayani Web Hosting yaitu layanan
penyewaan penyimpanan data - data website agar halaman website tersebut bisa di
akses dari mana saja, dan kemunculan GeoCities ini menjadi tonggak dari
berdirinya website - website lain.
3. 1997
Muncul situs jejaring sosial pertama yaitu Sixdegree.com walaupun sebenarnya
pada tahun 1995 terdapat situs Classmates.com yang juga merupakan situs jejaring
sosial namun, Sixdegree.com di anggap lebih menawarkan sebuah situs jejaring
sosial di banding Classmates.com
4. 1999
Muncul situs untuk membuat blog pribadi, yaitu Blogger. situs ini menawarkan
penggunanya untuk bisa membuat halaman situsnya sendiri. sehingga pengguna dari
Blogger ini bisa memuat hal tentang apapun. termasuk hal pribadi ataupun untuk
mengkritisi pemerintah. sehingga bisa di katakan blogger ini menjadi tonggak
berkembangnya sebuah Media sosial.
5. 2002
Berdirinya Friendster, situs jejaring sosial yang pada saat itu menjadi
booming, dan keberadaan sebuah media sosial menjadi fenomenal.
6. 2003
Berdirinya LinkedIn, tak hanya berguna untuk bersosial, LinkedIn juga berguna
untuk mencari pekerjaan, sehingga fungsi dari sebuah Media Sosial makin berkembang.
7. 2003
Berdirinya MySpace, MySpace menawarkan kemudahan dalam menggunakannya,sehingga
myspace di katakan situs jejaring sosial yang user friendly.
8. 2004
Lahirnya Facebook, situs jejaring sosial yang terkenal hingga sampai saat ini,
merupakan salah satu situs jejaring sosial yang memiliki anggota terbanyak.
9. 2006
Lahirnya Twitter, situs jejaring sosial yang berbeda dengan yang lainnya,
karena pengguna dari Twitter hanya bisa mengupdate status atau yang bernama
Tweet ini yang hanya di batasi 140 karakter.
10. 2007
Lahirnya Wiser, situs jejaring social pertama sekali diluncurkan bertepatan
dengan peringatan Hari Bumi (22 April) 2007. Situs ini diharapkan bisa menjadi
sebuah direktori online organisasi lingkungan seluruh dunia termasuk pergerakan
lingkungan baik dilakukan individu maupun kelompok.
11. 2011
Lahirnya Google+, google meluncurkan situs jejaring sosialnya yang bernama
google+, namun pada awal peluncuran. google+ hanya sebatas pada orang yang
telah di invite oleh google. Setelah itu google+ di luncurkan secara umum.
Dalam era globalisasi ini
teknologi semakin maju, tidak dapat dipungkiri hadirnya internet semakin
dibutuhkan dalam kehidupan seharihari, baik dalam kegiatan sosialisasi,
pendidikan, bisnis, dsb. Kesempatan ini juga dimanfaatkan oleh vendor smartphone
serta tablet murah yang menjamur dan menjadi trend . Hampir semua orang di
Indonesia memiliki smartphone , dengan semakin majunya internet dan hadirnya
smartphone maka media sosial pun ikut berkembang pesat.
Media sosial merupakan situs
dimana seseorang dapat membuat web page pribadi dan terhubung dengan setiap
orang yang tergabung dalam media sosial yang sama untuk berbagi informasi dan
berkomunikasi. Jika media tradisional menggunakan media cetak dan media
broadcast , maka media sosial menggunakan internet. Media sosial mengajak siapa
saja yang tertarik untuk berpartisipasi dengan memberi feedback secara terbuka,
memberi komentar, serta membagi informasi dalam waktu yang cepat dan tak
terbatas.
Sangat mudah dan tidak
membutuhkan waktu yang lama bagi seseorang dalam membuat akun di media sosial.
Kalangan remaja yang mempunyai media sosial biasa nya memposting tentang
kegiatan pribadinya, curhatannya, serta foto-foto bersama teman-temannya.
Semakin aktif seorang remaja di media sosial maka mereka semakin dianggap keren
dan gaul. Namun kalangan remaja yang tidak mempunyai media sosial biasanya
dianggap kuno, ketinggalan jaman, dan kurang bergaul. Media sosial menghapus
batasan-batasan dalam bersosialisasi. Dalam media sosial tidak ada batasan
ruang dan waktu, mereka dapat berkomunikasi kapanpun dan dimanapun mereka
berada. Tidak dapat dipungkiri bahwa media sosial mempunyai pengaruh yang besar
dalam kehidupan seseorang. Seseorang yang asalnya kecil bisa menjadi besar
dengan media sosial, begitu pula sebaliknya.
Bagi masyarakat Indonesia
khususnya kalangan remaja, media sosial seakan sudah menjadi candu, tiada hari
tanpa membuka media sosial, bahkan hampir 24 jam mereka tidak lepas dari
smartphone . Media sosial terbesar yang paling sering digunakan oleh kalangan
remaja antara lain; Facebook, Twitter, Path, Youtube, Instagram, Kaskus, LINE,
Whatsapp, Blackberry Messenger. Masing-masing media sosial tersebut mempunyai
keunggulan khusus dalam menarik banyak pengguna media sosial yang mereka
miliki. Media sosial memang menawarkan banyak kemudahan yang membuat para
remaja betah berlamalama berselancar di dunia maya.
Pesatnya perkembangan media
sosial juga dikarenakan semua orang seperti bisa memiliki media sendiri. Jika
untuk media tradisional seperti televisi, radio, atau koran dibutuhkan modal
yang besar dan tenaga kerja yang banyak, maka lain halnya dengan media sosial.
Para pengguna media sosial bisa mengakses menggunakan jaringan internet tanpa
biaya yang besar dan dapat dilakukan sendiri dengan mudah.
Para pengguna media sosial pun dapat dengan bebas
berkomentar serta menyalurkan pendapatnya tanpa rasa khawatir. Hal ini
dikarenakan dalam internet khususnya media sosial sangat mudah memalsukan jati
diri atau melakukan kejahatan.
B. Dampak Positif dan Dampak
Negatif Media Sosial
1.
Dampak
positif dari media sosial adalah:
a. Memudahkan
kita untuk berinteraksi dengan banyak
Dengan media sosial, kita dapat
dengan mudah berinteraksi dengan siapa saja termasuk artis favorit kita yang
juga menggunakan media sosial terkenal seperti Facebook dan
Media sosial membuat kita bisa
memiliki banyak koneksi dan jaringan yang luas. Tentu saja hal ini berdampak
positif bagi orang yang ingin mendapatkan teman atau pasangan hidup dari tempat
yang jauh atau negara asing.
c. Jarak
dan waktu bukan lagi masalah
Di era media sosial seperti
sekarang ini, hubungan jarak jauh bukan lagi halangan besar karena kita tetap
dapat berinteraksi dengan orang lain kapan saja walaupun dipisahkan oleh jarak
yang cukup jauh.
d. Lebih
mudah dalam mengekspresikan diri
Media sosial memberikan sarana
baru bagi manusia dalam mengekspresikan diri. Orang biasa, orang pemalu, atau
orang yang selalu gugup mengungkapkan pendapat di depan umum akhirnya mampu
menyuarakan diri mereka secara bebas.
e. Penyebaran
informasi dapat berlangsung secara cepat
Dengan media sosial, siapapun
dapat menyebarkan informasi baru kapan saja, sehingga orang lain juga dapat
memperoleh informasi yang tersebar di media sosial kapan saja.
Bila dibandingkan dengan media lainnya, maka media sosial
memerlukan biaya yang lebih murah karena kita hanya perlu membayar biaya
internet untuk dapat mengakses media sosial.
2.
Dampak
negatif dari media sosial adalah:
a. Menjauhkan
orang-orang yang sudah dekat dan sebaliknya. Orang yang terjebak dalam media
sosial memiliki kelemahan besar yaitu berisiko mengabaikan orang-orang di kehidupannya
sehari-sehari.
b. Interaksi
secara tatap muka cenderung menurun
Karena mudahnya
berinteraksi melalui media sosial, maka seseorang akan semakin malas untuk
bertemu secara langsung dengan orang lain.
c. Membuat
orang-orang menjadi kecanduan terhadap internet Dengan kepraktisan dan
kemudahan menggunakan media sosial, maka orang-orang akan semakin tergantung
pada media sosial, dan pada akhirnya akan menjadi kecanduan terhadap internet.
d.
Rentan terhadap pengaruh buruk
Seperti di
kehidupan sehari-hari, jika kita tidak menyeleksi orangorang yang berada dalam
lingkaran sosial kita, maka kita akan lebih rentan terhadap pengaruh buruk.
Dengan media
sosial, apapun yang kita unggah bisa dengan mudah dilihat oleh orang lain. Hal
ini tentu saja dapat membocorkan masalah-masalah pribadi kita. Oleh karena itu,
sebaiknya tidak mengunggah hal-hal yang bersifat privasi ke dalam media sosial.
f.
Menimbulkan konflik Dengan media sosial siapapun bebas
mengeluarkan pendapat, opini , ide gagasan dan yang lainnya, akan tetapi
kebeasan yang berlebihan tanpa ada kontrol sering menimbulkan potensi konflik
yang akhirnya berujung pada sebuah perpecahan.
C. Pengaruh Media Sosial terhadap
Perubahan Sosial Masyarakat
Dari hasil penelitian yang
dilakukan, media sosial memiliki dampak positif dan negatif. Dampak positif
penggunaan media sosial secara nyata telah membawa pengaruh terhadap perubahan
sosial masyarakat kearah yang lebih baik tetapi dampak negatif cenderung
membawa perubahan sosial masyarakat yang menghilangkan nilai – nilai atau norma
di masyarakat Indonesia.
Dengan hadirnya media sosial
sebagai teknologi baru, tentu saja cara hidup manusia juga akan mengalami
perubahan. Beberapa perubahan adalah semakin efektif dan efisiennya manusia
dalam memperoleh informasi tidak terhalang waktu, tempat dan biaya yang tidak
terlalu mahal. Perubahan-perubahan dalam hubungan sosial (social relationships)
atau sebagai perubahan terhadap keseimbangan (equilibrium) hubungan sosial dan
segala bentuk perubahanperubahan pada
lembaga-lembaga kemasyarakatan didalam suatu masyarakat, yang mempengaruhi
sistem sosialnya, termasuk didalamnya nilai-nilai, sikap
dan pola perilaku diantara
kelompok-kelompok dalam masyarakat. Masyarakat dapat berkomunikasi langsung
dengan presiden melalui media sosial guna menyampaikan saran kritik dan ide
yang membangun. Jika dalam metode konvensional masyarakat harus menjadi wakil
rakyat / anggota DPR terlebih dahulu dan atau melakukan demonstrasi didepan
istana kepresidanan guna menyampaikan aspirasi, sekarang cara tersebut
cenderung ditinggalkan.
Dari sisi ekonomi semakin
tingginya minat masyarakat terhadap media sosial, tidak sedikit masyarakat kita
memperoleh keuntungan dengan berbisnis melalui media sosial. Maka masyarakat
akan semakin tergantung dengan media sosial, dan hal ini akan mempengaruhi
kehidupan mereka sehari-hari. Mengakses media sosial setiap saat telah menjadi
kebutuhan manusia yang baru untuk selalu mengupdate informasi karena media
sosial telah menjadi sumber informasi yang lebih aktual dibandingkan media
lainnya.
Pengaruh negatif terhadap
perubahan sosial masyarakat diantaranya: sering terjadi konflik antar kelompok
– kelompok tertentu dengan berlatar belakang suku, ras maupun agama.
Mengatasnamakan agama, kelompok tertentu memiliki pengikut dengan jumlah yang
banyak pada media sosial cenderung memanfaatkan momen tertentu untuk
menggerakkan massa dalam kegiatan tertentu. Secara langsung media sosial
berpengaruh terhadap terbentukknya kelompok – kelompok sosial tersebut dengan
menanamkan prinsip, nilai dan akidah tertentu untuk menjadi perubah sistem.
Bahkan dengan media sosial kelompok – kelompok tersebut dengan mudah
mempengaruhi kondisi stabilitas sebuah negara.
Ada pula berlatar belakang
kesenjangan sosial yang sering mengundang komentar dan berujung konflik. Pola
perilaku masyarakat yang menyimpang juga sering di blow up pada media sosial seperti grop / komunitas penyuka sesama
jenis seperti kaum gay dan lesbian.
Jika dilihat dari sisi interaksi sosial pengaruh perubahan
sosial di masyarakat terjadi karena semakin mudahnya manusia berinteraksi
melalui media sosial, maka interaksi sosial di dunia nyata akan turut
berkurang. Manusia tidak perlu lagi saling bertemu secara langsung untuk
berkomunikasi, sehingga hal ini akan membentuk pola hidup masyarakat yang
semakin tertutup.
A. Kesimpulan
Media
sosial adalah sebuah media online, dengan para penggunanya bisa dengan mudah
berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi meliputi blog, jejaring sosial,
wiki, forum dan dunia virtual. Blog, jejaring sosial dan wiki merupakan bentuk
media sosial yang paling umum digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia.
Dampak positif dari media sosial adalah memudahkan kita
untuk berinteraksi dengan banyak orang, memperluas pergaulan, jarak dan waktu
bukan lagi masalah, lebih mudah dalam mengekspresikan diri, penyebaran
informasi dapat berlangsung secara cepat, biaya lebih murah. Sedangkan dampak
negatif dari media sosial adalah menjauhkan orang-orang yang sudah dekat dan
sebaliknya, interaksi secara tatap muka cenderung menurun, membuat orang-orang
menjadi kecanduan terhadap internet, menimbulkan konflik, masalah privasi,
rentan terhadap pengaruh buruk orang lain. 3. Adanya media sosial telah mempengaruhi kehidupan sosial dalam
masyarakat. Perubahanperubahan dalam hubungan sosial (social relationships)
atau sebagai perubahan terhadap keseimbangan (equilibrium) hubungan sosial dan
segala bentuk perubahanperubahan pada
lembagalembaga kemasyarakatan didalam suatu masyarakat, yang
mempengaruhi sistem sosialnya,
termasuk didalamnya nilai-nilai, sikap dan pola
perilaku diantara kelompok-kelompok dalam masyarakat. Perubahan sosial positif
seperti kemudahan memperoleh dan menyampaiakan informasi,
memperoleh keuntungan secara sosial dan ekonomi. Sedangkan
perubahan sosial yang cenderung negatif seperti
munculnya kelompok–kelompok sosial yang
mengatasnamakan agama, suku dan pola perilaku tertentu yang
terkadang menyimpang dari norma – norma yang ada.
B. Saran
1. Pemerintah
harus segera menyusun pertauran tentang penggunaan dan pemanfaatan media sosial
sosial sebagai sarana teknologi informasi secara bijak.
2.
Masyarakat harus lebih cermat dan selektif dalam
menggunakan media sosial seperti memilih pertemanan, komunitas / grop dan tidak
latah terhadap perubahan perilaku atau trend/ “viral” negatif dikalangan pengguna
media sosial.
DAFTAR PUSTAKA
http://ptkomunikasi.wordpress.com/201
2/06/11/pengertian-media-sosialperan-serta-fungsinya/
http://www.infodigitalmarketing.com/2013/12/sej
arah-sosial-media-
sejarah.html#sthash.K04wZepV.d puf
http://abcddy.blogspot.com/2013/12/ma kalah-bahasa-indonesiapengaruh-media.html
http://madces.blogspot.com/2011/10/pe
ngaruh-media-social-networkterhadap.html
http://ovaltinesusu.wordpress.com/2013
/05/14/mediasosial-2/
http://imasmulyarizee.blogspot.co.id/20
14/06/karya-tulis-ilmiahpengaruh-media.html
http://ajrajr.blogspot.com/2011/10/peng
aruh-media-sosial-terhadap.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Media_sosial
http://ptkomunikasi.wordpress.com/201
2/06/11/pengertian-media-sosialperan-serta-fungsinya/
http://hendrawan1.blogspot.com/2011/0
4/dampak-jejaring-sosial-bagimasyarakat.html
http://belajar-komputermu.com/pengertian-internet/
http://www.scribd.com/doc/21330504/P
engertian-Internet
http://octahyuuga.wordpress.com/2009/
03/02/dampak-negatif-dan-positifdari-internet/
http://yayang08.wordpress.com/2008/0
5/07/dampak-internet-bagipelajar/
http://www.anneahira.com/pengaruhinternet-terhadap-prestasibelajar-pelajar-5344.htm
http://qotrinnidaaz.blogspot.com/2009/1
1/dampak-positif-dan-negatifinternet.html