Sumber: HardwareLuxx
Untuk pertama kalinya dalam sejarah 21 tahunya,
NVIDIA melakukan tuntutan hukum. Secara spesifik, tuntutan hukum tersebut
ditujukan kepada Samsung dan Qualcomm serta disampaikan kepada U.S.
International Trade Commission (ITC) dan U.S. District Court in Delaware.
Selain ganti rugi, NVIDIA ingin memblokir
pengapalan perangkat Samsung Galaxy tertentu yang dilengkapi arsitektur grafis
Qualcomm Adreno, ARM Mali atau Imagination PowerVR. Sejauh ini, NVIDIA
menyebutkan 12 perangkat yang meliputi Note 3, Tab S, Tab Pro, dan Galaxy S4
dan S5.
NVIDIA mengatakan telah berbicara dengan
Samsung tapi tidak mencapai kata sepakat karena Samsung selalu mengatakan bahwa
hal tersebut merupakan tanggung jawab penyuplai.
NVIDIA juga merinci tujuh paten yang dilanggar
dalam kasus tersebut:
Paten tersebut meliputi penemuan mendasar
kami, GPU, yang memiliki seluruh fungsi yang diperlukan untuk memproses grafis
dan menyalakan layar di dalam satu chip; penemuan kami tentang shading yang
bisa diprogram, yang memungkinkan non-ahli membuat program grafis rumit;
penemuan unified shader, yang memungkinkan tiap unit pemrosesan GPU digunakan
untuk beragam tujuan; dan penemuan kami tentng pemrosesan paralel multithreaded
di GPU, yang memungkinkan pemrosesan dijalankan secara bersamaan di thread
terpisah sekaligus mengakses memori dan sumber daya yang sama.
Juru bicara Qualcomm mengatakan bahwa mereka
sedang mengevaluasi komplain NVIDIA. Samsung belum mengeluarkan pernyataan.

0 komentar :
Posting Komentar